MAKALAH
INTEGRASI
NUMERIK
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Fisika
Komputasi
Dosen Pengampu :
Winda Setya, M.Sc.
Disusun Oleh : Kelompok 9
Anggota :
Dinan Aghnia Choerunisa 1182070018
Farghenian Nur Ibrahim 1162070028
Gusnur Nida Adilah 1182070027
Muhammad Farhan 1182070035
Pendidikan Fisika VIA
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN FISIKA
JURUSAN
PENDIDIKAN MIPA
2021
KATA PENGANTAR
Segala puji kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga kami dapat menyusun makalah
ini yang berjudul “Integrasi Numerik” dengan tepat pada waktunya. Adapun tujuan
dari penulisan makalah ini ialah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Fisika Komputasi. Selain itu juga makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan
mengenai integrasi numerik baik dalam konsep maupun penggunaanya. Kami
mengucapkan banyak terimakasih kepda dosen pengampu yang telah memberikan tugas
ini sehingga kami dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai mata kuliah
ini. Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu
kritik dan saran yang membangun kami terima untuk memperbaiki makalah ini.
Bandung, Maret 2021
Tim Penulis
DAFTAR ISI
2.2 Jenis-jenis Metode Integrasi Numerik
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Integral dapat diseleaikan melalui dua cara, yaitu secara analisis
dan numerik. Pada matematika atau kalkulus penggunaan integral secara analisis
telah banyak digunakan dan dipelajari. Dalam proses penyelesaiannya membutuhkan
waktu yang cukup lama dan juga tidak efektif. Hal tersebut dapat terjadi jika
fungsi-fungsi yang digunakan merupakan fungsi-fungsi yang kompleks dan rumit. Untuk
menyelesaikan masalah tersebut maka perhitungan integral dapat dilakukan secara
numerik. Perhitungan secara numerik ini berguna untuk mendapatkan suatu nilai
aprokmasi (hampiran) dari pengintegralan yang tidak dapa terselesaikan dalam
integral secara analisis. Dalam perhitungan integral secara numerik ini
memiliki banyak metode. Namun disini akan membahas mengenai dua metode yang
cukup sering digunakan yaitu metode trapesium dan metode simpson.
1.2 Rumusan Masalah
Jika dilihat
dari latar belakang maka rumusan masalah yang dicari diantaranya yaitu sebagai
berikut:
1)
Apa yang dimaksud dengan metode integral secara numerik
2)
Apa saja jenis metode integral numerik yang dapat digunakan
3)
Bagaimana rumusan yang digunakan pada setiap jenis metode integral
munerik yang digunakan
1.3 Tujuan
Tujuan
penulisan makalah ini diantaranya yaitu:
1)
Untuk mengetahui metode integral secara numerik
2)
Untuk mengetahui beberapa jenis metode integral secara numerik
3)
Untuk mengetahui rumusan yang digunakan pada setiap jenis metode
integral numerik yang digunakan
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Integrasi Numerik
Bentuk umum
integral adalah:

Merupakan
integral suatu fungsi f(x) terhadap variabel x yang dihitung antara batas x = a
sampai x = b.
Integrasi
numerik dilakukan apabila:
1. Integral sukar diselesaikan secara
analitis.
2. Fungsi yang diintegralkan tidak diberikan
dalam bentuk analitis, tetapi dalam
bentuk angka dalam
tabel.
Metode integrasi numerik merupakan integral tertentu yang didasarkan
pada hitungan perkiraan, sehingga hasil
yang diperoleh tidak sama persis dengan penyelesaian eksaknya. Hitungan
dilakukan dengan membagi luasan dalam sejumlah pias kecil. Luas total adalah
jumlah dari luas semua pias.
Penggambaran
secara grafis:

Gambar 1. Integral suatu fungsi
I = luasan
yang diarsir atau luasan yang dibatasi oleh fungsi f(x) dan sumbu x serta
antara batas x = a dan x = b.
Dalam
integral analitis, persamaan (1) dapat diselesaikan menjadi :

Dengan
adalah integral dari
sedemikian sehingga ![]()
Contoh Soal

Integral
numerik dilakukan apabila :
1) Integral tidak dapat (sukar) diselesaikan
secara analisis.
2) Fungsi yang diintegralkan tidak diberikan
dalam bentuk analistis, tetapi secara numerik dalam bentuk angka (table).

Gambar 2. Metode Intergal Numerik
Metode integral
numerik merupakan integral tertentu yang didasarkan
pada hitungan perkiraan. Hitungan perkiraan tersebut dilakukan dengan fungsi
polinomial yang diperoleh berdasar data tersedia. Bentuk paling sederhana
adalah apabila tersedia dua titik data yang dapat dibentuk fungsi polinomial
order satu yang merupakan garis lurus (linier). Seperti pada Gambar 2a, akan
dihitung:
yang merupakan luasan antara
kurve f (x) dan sumbu-x serta antara x = a dan
x = b, bila nilai f(a) dan f(b)
diketahui maka dapat dibentuk fungsi polinomial order satu ![]()
Dalam gambar tersebut fungsi f (x)
didekati oleh f1(x), sehingga integralnya dalam luasan antara
garis f1(x) dan sumbu-x serta antara x = a dan
x = b. Bidang tersebut merupakan bentuk trapesium yang luasannya
dapat dihitung dengan rumus geometri, yaitu:
![]()
Apabila hanya terdapat dua data f (a)
dan f (b), maka hanya bisa dibentuk satu trapesium dan cara ini
dikenal dengan metode trapesium satu pias. Jika tersedia lebih dari dua data,
maka dapat dilakukan pendekatan dengan lebih dari satu trapesium, dan luas
total adalah jumlah dari trapesium-trapesium yang terbentuk. Cara ini dikenal
dengan metode trapesium banyak pias. Seperti pada Gambar 2b, dengan tiga data
dapat dibentuk dua trapesium, dan luas kedua trapesium (bidang yang diarsir)
adalah pendekatan dari integral fungsi. Hasil pendekatan ini lebih baik dari
pada pendekatan dengan satu pias. Apabila digunakan lebih banyak trapesium
hasilnya akan lebih baik. Fungsi yang diintegralkan dapat pula didekati oleh
fungsi polinomial dengan order lebih tinggi, sehingga kurve yang terbentuk
tidak lagi linier, seperti dalam metode trapesium, tetapi kurve lengkung.
Seperti pada Gambar 2c, tiga data yang ada dapat digunakan untuk membentuk
polinomial order tiga. Metode Simpson merupakan metode integral numerik yang
menggunakan fungsi polinomial dengan order lebih tinggi. Metode Simpson 1/3
menggunakan tiga titik data (polinomial order dua) dan Simpson 3/8 menggunakan
empat titik data (polinomial order tiga). Jarak antara titik data tersebut
adalah sama.
2.2 Jenis-jenis Metode Integrasi Numerik
2.2.1 Metode Trapesium
Metode
trapesium merupakan suatu metode integral numerik dengan menggunakan persamaan
polinomial order satu.
2.2.1.1
Metode Trapesium Satu Pias

Gambar 3. Metode Trapesium
Dalam metode ini kurve lengkung dari fungsi
digantikan oleh garis lurus.
Seperti pada Gambar (2), luasan bidang di bawah fungsi
antara nilai
dan nilai
didekati oleh luas satu trapesium yang terbentuk oleh garis lurus
yang menghubungkan
dan
dan sumbu-x serta
antara
dan
Pendekatan dilakukan dengan
satu pias (trapesium). Menurut rumus geometri, luas trapesium adalah lebar kali
tinggi rerata, yang berbentuk:
![]()
Penghitungan
luasan dibawah kurva didekati dengan luasan trapesium (bagian yang diarsir)
Luas
trapesium = lebar x (jumlah garis sejajar)/2
Pada Gambar 3, penggunaan garis lurus
untuk mendekati garis lengkung menyebabkan terjadinya kesalahan sebesar luasan
yang tidak diarsir. kesalahan yang terjadi dapat diperkirakan dari persamaan
berikut:
![]()
Dengan
adalah
titik yang terletak di dalam interval a dan b.
Persamaan
diatas menunjukkan bahwa apabila fungsi yang diintegralkan adalah linier, maka
metode trapesium akan memberikan nilai eksak karena turunan kedua dari fungsi
linier adalah nol. Sebaliknya untuk fungsi dengan derajat dua atau lebih,
penggunaan metode trapesium akan memberikan kesalahan.
Contoh : Gunakan metode trapesium satu pias untuk menghitung ![]()
Penyelesaian :
Bentuk
integral analitis di atas dapat diselesaikansecara analistis :

Hitungan
integral numerik dilakukan dengan menggunakan persamaa
![]()
Untuk
mengetahui tingkat ketelitian dari integral numerik, hasil hitungan numerik
dibandingkan dengan hitungan analitis. Kesalahan relatif terhadap nilai eksak
adalah:
![]()
Terlihat
bahwa penggunaan metode trapesium satu pias memberikan kesalahan sangat besar
(lebih dari 100 %).
2.2.1.2
Metode Trapesium Banyak Pias
Dari contoh
diatas terlihat bahwa dengan menggunakan satu pias, kesalahan yang terjadi
sangat besar. Untuk mengurangi kesalahan yang terjadi maka kurva fungsi yang
lengkung didekati dengan sejumlah garis lurus sehingga berbentuk banyak pias,
dengan panjang pias Dx seperti terlihat pada gambar. Semakin
kecil pias yang digunakan maka hasilnya akan semakin teliti
Gambar 4. Metode
Trapesium Banyak Pias
Batas pias diberi
notasi :
![]()
Integrasi total :
![]()

![]()


Contoh
2:
Tentukan integral berikut dengan menggunakan metode trapesium empat
pias dengan lebar pias Dx = 1, dan berapa kesalahan yang terjadi dibandingkan dengan
penyelesaian eksaknya ;

Penyelesaian eksak I = e4 – e 0 = 53,598 Penyelesaian dengan metode
trapesium banyak pias, menggunakan persamaan :
![]()
Sehingga kesalahan yang terjadi:
![]()
Contoh 3. Diberikan data dalam bentuk tabel:
|
x |
0 |
1 |
2 |
3 |
4 |
|
F(x) |
1 |
3 |
9 |
19 |
33 |
Hitung luasan dibawah fungsi f(x)
dan diantara x = 0 dan x = 4
Jawab:
Dengan menggunakan persamaan
![]()
![]()
2.2.2 Metode Simpson
Selain metode trapesium, metode yang alternatif yang dapat
digunakan yaitu metode simpson. Metode simpson merupakan suatu metode yang
memiliki ketelitian yang cukup tinggi daripada metode trapesium. Cara
menggunakan metode ini ialah dengan mengintegralkan deret Taylor
a.
Gambar dibagi-bagi menjadi sejumlah genap dengan potongan yng sama
lebarnya yaitu s, sehingga akan ada sejumlah nilai fungsi atau ganjil ordinat
yang termasuk kedua nilai batas
b.
Nilai dari integral tentu
diberikan oleh nilai numerik dari luas daerah
di bawah kurva
diantara
![]()
![]()
Dengan :
s = lebar interval (potongan)
jumlah
ordinat awal dan akhir
4 x
jumlah ordinat bernomor genap
2 x
jumlah ordinat bernomor ganjil
c.
Selalu susun dalam sebuah bentuk tabel. Ha ini akan mencegah
melakukan kesalahan dalam metode dan perhitungan dan memungkinkan memeriksanya
tanpa kesulitan.
2.2.2.1
Metode Simpson 1/3
Disamping menggunakan metode
trapesium dengan interval yang lebih kecil, cara lain yang dapat digunakan
untuk memperoleh hasil yang lebih teliti adalah menggunaan polinomial dengan
order yang lebih tinggi untuk menghubungkan titik-titik.
Metode Simpson
menggunakan polinomial order 2 dengan 3 titik untuk mendekati
fungsi, yaitu di
Rumus Simpson
dapat diturunkan berdasarkan
deret Taylor.

Gambar 4. Metode
Trapesium Banyak Pias
![]()
![]()
dengan memasukkan nilai Dx ke persamaan , diperoleh:
![]()
Contoh 4:
Tentukan integral berikut dengan menggunakan metode Simpson
, dan berapa kesalahan yang terjadi dibandingkan dengan
penyelesaian eksaknya ;

Penyelesaian eksak ![]()
Penyelesaian dengan metode Simpson
, menggunakan persamaan :
![]()
![]()
Sehingga kesalahan yang terjadi:
![]()
2.2.2.2
Metode
Simpson 1/3 Banyak Pias
Metode ini sama seperti metode trapesium yang dapat diperbaiki
dengan membagi luasan dalam sejumlah pias dengan panjang interval yang sama. Berikut
merupakan gambar metode simpson dengan banyak pias dengan
dan n
adalah jumlah pias

Gambar 6. Metode simpson dengan 1/3 banyak pias
Total luas yang diperoleh ialah dengan menjumlahkan semua pias pada
gambar
![]()
Maka
![]()
Pada aturan simpson perkiraan kesalahan yang
terjadi ialah
![]()
Contoh. Hitung
, dengan metode simpson dengan
Penyelesaian:
Karena
jika
dilihat pada rumus
maka
interval
Maka
dengan menggunakan rumus ![]()
![]()
Besar kesalahan yang terjadi
![]()
2.2.2.3
Metode Simpson 3/8 Satu Pias
Metode simpson 1/3
memiliki ketelitian mencapai orde tiga dan memerlukan tiga titik, sedangkan
metode simpson 3/8 memerlukan empat titik. Metode simpson 1/3 banyak pias hanya
berlaku untuk jumlah pias genap, kemudian apabila dikehendaki jumlah pias
ganjil maka dapat digunakan metode trapesium. Namun metode simpson 3/8 ini
tidak begitu baik karena terdapat kesalahn yang cukup besar. Untuk itu kedua
metode dapat digabung, yaitu sejumlah genap pias yang digunakan metode simpson
1/3 sedangan 3 pias sisanya digunakan metode simpson 3/8
Metode ini menggunakan polinomial Lagrange orde ketiga yang melalui
empat titik untuk integrasi
![]()

Gambar 7. Metode simpson dengan 3/8 satu pias
Dengan
maka
![]()
Metode simpson 3/8 satu pias juga dapat ditulis
dalam bentuk
![]()
Untuk besar kesalahan dengan mengingat
maka
![]()
Contoh. Hitung
dengan aturan metode simpson 3/8.
Penyelesaian:
Metode simpson 3/8 dengan satu pias
![]()
![]()
Besar kesalahan
![]()
Metode simpson apabila digunakan 5 pias, dengan
dengan:
![]()
![]()
![]()
Untuk 2 pias
pertama dihitung dengan metode simpson 1/3
![]()
![]()
Untuk 3 pias
terakhir digunakan metode simpson 3/8
![]()
![]()
Integral total
![]()
Besar kesalahan
![]()
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Metode integrasi numerik merupakan integral tertentu yang didasarkan pada hitungan perkiraan, sehingga hasil yang diperoleh tidak sama persis dengan penyelesaian eksaknya. Terdapat beberapa jenis dari metode integrasi numerik yaitu metode trapesium dan metode simpson. Metode trapesium terdiri dari metode trapesium satu pias dan metode trapesium banyak pias. Sedangkan untuk metode simpson terdiri dari metode simpson 1/3 yaitu 1/3 satu pias, 1/3 banyak pias dan 3/8 satu pias. Untuk metode simpson caranya yaitu dengan menintegralkan deret Taylor. Dan untuk mengaproksimasikan fungsi integralnya metode simpson menggunakan polinom interpolasi derajat dua atau parabola
DAFTAR PUSTAKA
Atmika, I. K. (2016). Metode Numerik.
Denpasar: Universitas Udayana.
Fahrurozi, A. (2010). Matematika Lanjut 2 Sistem
Informasi . Universitas Gunadarma.
Hernadi, J. (2012). Matematika Numerik dengan
Implementasi Matlab. Yogyakarta: ANDI.
Nursamsi. (2016). Solusi IntegrasiNumerik Dengan Metode
Simpson (Simpson's Rule) Pada Transformasi Hankel. Makassar: UIN
Alauddin.
Retno Tri Vulandari, S. M. (2017). Motode Numerik:
Teori, Kasus dan Aplikasinya. Surakarta: Mahendra Press.
Stroud, K. (2003). Matematika Teknik. Jakarta :
Erlangga.
Supardi. (n.d.). Integrasi Numerik. Yogyakarta: UNY.
Vulandari, R. T. (2017). METODE NUMERIK: Teori, Kasus,
dan Aplikasi. Surabaya: Mavendra Pers.
















Komentar
Posting Komentar